Ketika Tempat Usaha Jadi Titik Layanan Keuangan, Kisah Dwi Astuti Bersama BRILink Agen di Kediri

3 menit membaca View : 8
Redaksi
Bisnis - 05 Sep 2026

KEDIRI – Bagi sebagian warga Kelurahan Pakunden, Kota Kediri, tempat usaha Dwi Astuti bukan sekadar lokasi untuk membeli perlengkapan sekolah atau menggunakan jasa fotokopi. Di sana, masyarakat juga dapat melakukan berbagai transaksi keuangan melalui layanan BRILink Agen yang dikelola Dwi.

 

Kehadiran layanan tersebut merupakan bagian dari perjalanan usaha Dwi yang dimulai sejak 2015. Selama hampir satu dekade, ia secara bertahap mengembangkan bisnis sekaligus memperluas layanan yang dapat diberikan kepada masyarakat.

 

Pada awalnya, Dwi menjalankan bengkel perbaikan ban sepeda serta menjual ban dan oli. Ia kemudian mengembangkan toko ATK dan perlengkapan sekolah sebagai bagian dari aktivitas usahanya.

 

Untuk memperkuat bisnis, Dwi memanfaatkan KUR BRI pada 2016. Modal tersebut digunakan untuk membeli mesin fotokopi, printer, etalase, dan perlengkapan alat tulis.

 

Setelah menjadi nasabah BRI, Dwi kemudian mengambil peluang untuk menjadi BRILink Agen. Dari sinilah aktivitas usahanya berkembang dengan tambahan layanan transaksi bagi warga sekitar.

 

Setiap hari, sekitar 50 transaksi dilayani Dwi. Pada waktu tertentu, jumlah tersebut meningkat hingga lebih dari 100 transaksi per hari.

 

Layanan yang tersedia antara lain pembayaran tagihan listrik, pengisian saldo dompet digital, transfer antarbank dan kebutuhan transaksi perbankan lainnya.

 

“Alhamdulillah, ada manfaatnya bermitra dengan BRI. Tambah-tambah pemasukan buat membantu uang sekolah anak,” ujar Dwi.

 

Menurut Dwi, keberadaan agen lain di sekitar lokasi tidak serta-merta mengurangi aktivitas transaksinya. Ia tetap mengandalkan konsistensi dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan.

 

Gangguan sistem atau persoalan teknis menjadi salah satu kendala yang terkadang dihadapi. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan Dwi menjalankan aktivitas usahanya.

 

“Paling kendalanya kalau pas ada gangguan sistem atau teknis saja. Selebihnya disyukuri saja,” ungkap Dwi.

 

Pemimpin BRI Branch Office Kediri Adi Nugroho mengatakan model kemitraan BRILink Agen memungkinkan layanan keuangan hadir lebih dekat dengan aktivitas masyarakat.

 

“Perjalanan Ibu Dwi menjadi contoh bagaimana BRILink Agen dapat tumbuh bersama usaha yang dijalankan masyarakat. Tidak hanya memberikan kemudahan transaksi bagi warga sekitar, keberadaannya juga menciptakan peluang tambahan pendapatan bagi agen dan mendukung aktivitas ekonomi di lingkungannya,” ujar Adi Nugroho.

 

Hingga Juli, BRI Kediri mencatat 7.605 BRILink Agen dengan total 2.372.182 transaksi. Adapun sales volume yang dihimpun mencapai Rp2,73 triliun.

 

Adi menegaskan penguatan jaringan BRILink Agen akan terus dilakukan untuk mendukung perluasan akses layanan keuangan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.

 

“BRI berharap para mitra BRILink Agen dapat terus berkembang dan memberikan layanan yang semakin baik kepada masyarakat. Dengan jaringan yang semakin dekat, masyarakat dapat memperoleh layanan keuangan dengan lebih mudah sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di daerah,” tambah Adi.

 

Bagi Dwi, menjadi BRILink Agen memberikan dimensi baru dalam perjalanan bisnisnya. Ia tidak hanya berusaha mempertahankan usaha yang telah dirintis, tetapi juga berupaya menghadirkan layanan yang dapat digunakan masyarakat di sekitar tempat tinggalnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *