Ada Material Hitam di Area Perluasan Pabrik Buana Megah Paper Mills, Warga Curiga Dugaan Limbah Batu Bara

2 menit membaca View : 44
Redaksi
Viral - 06 Okt 2026

PASURUAN — Aktivitas pengurukan lahan di belakang PT Buana Megah Paper Mills, Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, memantik kekhawatiran warga sekitar.

Material berwarna hitam pekat yang diangkut menggunakan truk dan kemudian ditimbun di lokasi tersebut diduga menyerupai limbah hasil pembakaran batu bara.

Kekhawatiran warga terutama berkaitan dengan kemungkinan dampak material tersebut terhadap lingkungan apabila dugaan tersebut benar.

Terlebih, aktivitas penimbunan disebut berlangsung lebih dari sekali dan material berwarna hitam itu kemudian ditutup menggunakan tanah uruk.

Seorang warga Desa Kedungringin yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, material tersebut beberapa kali terlihat dibawa menggunakan truk menuju area belakang perusahaan.

Menurutnya, material berwarna hitam tersebut terlebih dahulu diturunkan dan ditimbun, sebelum permukaannya kembali ditutup dengan tanah.

“Mungkin karena pabrik butuh urukan. Jadi diduga limbah batu bara dibuang di belakang lalu ditutup uruk,” ujar warga, Senin (5/10).

Kondisi itu membuat warga memilih bersikap waspada. Mereka khawatir apabila material tersebut memang merupakan limbah hasil pembakaran batu bara, keberadaannya berpotensi memengaruhi kondisi tanah maupun sumber air di sekitar lokasi.

“Yang saya takutkan, limbah tersebut terkontaminasi dengan air warga maupun di dalam perusahaan sendiri,” imbuhnya.

Warga menilai dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui pemeriksaan langsung. Menurutnya, penentuan jenis material tidak cukup hanya berdasarkan tampilan fisik, tetapi harus melalui pengujian untuk mengetahui kandungan dan karakteristiknya.

“Artinya, kalau itu limbah batu bara, yang jelas akan meracuni tanaman. Bahkan ke sumur warga,” tegasnya.

Kekhawatiran tersebut semakin menjadi perhatian karena sebagian wilayah sekitar lokasi masih bersinggungan dengan aktivitas masyarakat, termasuk lahan pertanian dan sumber air yang digunakan warga.

Karena itu, warga meminta pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan bersama aparat kepolisian melakukan pengecekan ke lokasi.

Pemeriksaan dinilai penting untuk memastikan material yang digunakan dalam pengurukan sekaligus mengetahui apakah aktivitas tersebut telah memenuhi ketentuan lingkungan yang berlaku.

“Saya dan warga lainnya berharap, baik DLH Pasuruan dan pihak kepolisian untuk mengecek terkait limbah yang diuruk tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Efendi, Humas PT Buana Megah Paper Mills, telah dikonfirmasi mengenai dugaan penggunaan atau pembuangan material yang disebut warga sebagai limbah batu bara.

Namun hingga berita ini ditayangkan, pihak perusahaan belum memberikan keterangan maupun klarifikasi terkait jenis material yang digunakan dalam aktivitas pengurukan tersebut.

Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak PT Buana Megah Paper Mills maupun instansi terkait mengenai aktivitas tersebut.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *