BRI Kediri Salurkan KUR Rp1,05 Triliun, Ribuan UMKM Didorong Naik Kelas

3 menit membaca View : 13
Redaksi
Ekonomi - 09 Sep 2026

KEDIRI – Bagi sebagian pelaku usaha, tambahan modal bukan sekadar angka dalam laporan keuangan. Modal yang tepat dapat menjadi pijakan untuk memperbaiki sarana usaha, meningkatkan kapasitas produksi, hingga membuat sebuah usaha kecil bertahan dan berkembang.

 

Hal tersebut tergambar dari perjalanan Kukuh, pemilik Warung Nasi Goreng dan Mie Pak Kukuh di Jalan Panjaitan, Kota Kediri. Merintis usaha sejak 2000, Kukuh memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI untuk memperkuat warung yang dikelolanya bersama keluarga.

 

Kukuh tercatat memperoleh KUR sebesar Rp20 juta melalui BRI Unit Pasar Pahing Kediri. Dana tersebut digunakan untuk membeli etalase, memperbarui peralatan penggorengan, sekaligus membenahi tampilan warung agar lebih menunjang aktivitas usahanya.

 

Seiring perkembangan usaha, fasilitas pembiayaan yang diterimanya meningkat hingga Rp50 juta. Dukungan tersebut dinilai turut membantu Kukuh menjaga sekaligus mengembangkan usaha yang telah dirintis selama lebih dari dua dekade.

 

“Alhamdulillah, BRI banyak membantu usaha saya dan keluarga. Awalnya saya pinjam Rp20 juta dan sekarang sudah bisa sampai Rp50 juta. Warung saya bisa ramai seperti ini secara tidak langsung juga karena bantuan BRI,” ujar Kukuh.

 

Cerita tersebut menjadi salah satu gambaran pemanfaatan KUR untuk kebutuhan usaha produktif. Tidak hanya memperoleh akses pembiayaan, Kukuh juga tetap menjalin komunikasi dengan petugas BRI seiring perjalanan pengembangan usahanya.

 

Di tingkat wilayah, BRI Branch Office Kediri mencatat penyaluran KUR hingga Agustus 2026 telah menembus lebih dari Rp1,05 triliun. Pembiayaan tersebut diberikan kepada tak kurang dari 22 ribu nasabah.

 

Lebih dari separuh penyaluran KUR tersebut diarahkan kepada sektor pertanian dan perdagangan. Kedua sektor itu dinilai memiliki kontribusi penting terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus menjadi ruang usaha bagi banyak pelaku UMKM.

 

Branch Office Head BRI Kediri Adi Nugroho mengatakan, akses pembiayaan perlu berjalan beriringan dengan pemberdayaan agar kredit yang diterima pelaku usaha benar-benar memberikan dampak terhadap perkembangan bisnis.

 

“Kisah Pak Kukuh menunjukkan bahwa dukungan BRI tidak hanya sebatas penyaluran KUR. Kami juga mendorong pemberdayaan, pendampingan usaha, serta edukasi finansial agar pelaku UMKM memiliki kesempatan untuk mengembangkan usahanya secara berkelanjutan dan bertanggung jawab,” ujar Adi.

 

Ia menambahkan, capaian penyaluran kepada lebih dari 22 ribu nasabah merupakan bagian dari upaya BRI Kediri memperluas akses pembiayaan bagi sektor-sektor produktif.

 

“Kami berharap KUR dapat terus dimanfaatkan secara produktif untuk memperkuat dan mengembangkan usaha. Dengan pembiayaan yang disertai pendampingan, kami ingin semakin banyak pelaku UMKM seperti Pak Kukuh yang memiliki kesempatan untuk tumbuh dan naik kelas,” tambah Adi.

 

Bagi Kukuh, perjalanan usaha yang dimulai dari warung sederhana menjadi bukti bahwa penguatan modal dapat menjadi salah satu faktor pendukung bagi pelaku UMKM untuk terus bertahan dan berkembang.

 

Di sisi lain, penyaluran KUR menjadi bagian dari upaya memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat melalui pembiayaan sektor produktif.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *