Modal Usaha Jadi Kunci Pengembangan UMKM, BRI Kepanjen Perluas Akses KUR hingga Rp496 Miliar

2 menit membaca View : 10
Redaksi
Sosial - 28 Okt 2026

KEPANJEN — Kebutuhan untuk membeli peralatan produksi dan memperbaiki mesin menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pelaku usaha kecil ketika ingin mengembangkan bisnisnya. Situasi tersebut pernah dialami Juwariyah, pemilik usaha penggilingan padi dan perdagangan beras di Jenggolo, Kepanjen, Kabupaten Malang.

 

Merintis usaha sejak 2000, Juwariyah membutuhkan tambahan modal untuk mendukung operasional bisnisnya. Ia kemudian memperoleh fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp60 juta melalui BRI Unit Kepanjen.

 

Dana itu dimanfaatkan untuk membeli mesin penggilingan dan memperbaiki peralatan lama. Dalam perjalanan usahanya, fasilitas pembiayaan yang diterima Juwariyah berkembang hingga mencapai Rp95 juta.

 

“Alhamdulillah, BRI banyak membantu usaha saya dan keluarga. Awalnya saya pinjam Rp. 60 juta dan sekarang sudah bisa sampai Rp. 95 juta. Usaha saya bisa ramai dan berkembang seperti ini secara tidak langsung juga karena bantuan BRI,” tutur Juwariyah.

 

Baginya, akses pembiayaan menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan usaha keluarga. Komunikasi dan pendampingan dari petugas BRI juga terus terjalin seiring kegiatan bisnisnya berjalan.

 

Pengalaman tersebut sejalan dengan penyaluran KUR BRI Branch Office Kepanjen yang hingga Oktober 2026 telah mencapai lebih dari Rp496 miliar kepada lebih dari 10 ribu nasabah.

 

Dari total penyaluran itu, lebih dari 50 persen dialokasikan untuk sektor pertanian dan perdagangan. Kedua bidang tersebut menjadi bagian penting dalam menopang kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah setempat.

 

Branch Office Head BRI Kepanjen, Herwansyah, mengatakan pembiayaan perlu diikuti dengan dukungan yang mendorong nasabah mengelola usahanya secara berkelanjutan.

 

“Kisah Ibu Juwariyah menunjukkan bahwa dukungan BRI tidak hanya sebatas penyaluran KUR. Kami juga mendorong pemberdayaan, pendampingan usaha, serta edukasi finansial agar pelaku UMKM memiliki kesempatan untuk mengembangkan usahanya secara berkelanjutan dan bertanggung jawab,” jelas Herwansyah.

 

Ia berharap fasilitas pembiayaan dapat digunakan sesuai kebutuhan produktif sehingga mampu memperkuat kegiatan usaha dan membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas bisnisnya.

 

“Kami berharap KUR dapat terus dimanfaatkan secara produktif untuk memperkuat dan mengembangkan usaha. Dengan pembiayaan yang disertai pendampingan, kami ingin semakin banyak pelaku UMKM seperti Ibu Juwariyah yang memiliki kesempatan untuk tumbuh dan naik kelas,” tambahnya.

 

Perluasan akses modal menjadi salah satu upaya untuk mendukung keberlangsungan UMKM. Namun, pengelolaan keuangan yang baik dan pemanfaatan dana sesuai kebutuhan usaha tetap menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan bisnis serta kemampuan memenuhi kewajiban pembiayaan.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *