TRENDING

BRI Perkokoh Pembiayaan Perumahan Nasional, Ribuan Debitur Ikut Akad Massal FLPP

3 menit membaca View : 9
Redaksi
Bisnis - 03 Agu 2026

Ini Berita Online – Pelaksanaan akad massal sekitar 62 ribu debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi salah satu langkah percepatan Program 3 Juta Rumah yang digagas pemerintah. Dalam program tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memperkuat dukungannya melalui pembiayaan yang menjangkau masyarakat sebagai pembeli rumah sekaligus pengembang sebagai penyedia hunian.

 

Akad massal yang digelar di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7), dipimpin langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan diikuti sekitar 62 ribu debitur FLPP secara serentak di berbagai daerah.

 

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa penyediaan rumah bagi masyarakat membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sektor perbankan, pengembang, dan pelaku usaha.

 

“Inilah yang kita maksud dengan Indonesia Incorporated: yang besar membantu yang kecil, dan yang kecil bekerja keras untuk menjadi produktif. Kita sadar bahwa apa yang sudah kita capai cukup membanggakan, tetapi kita juga sadar bahwa kebutuhannya masih sangat besar,” kata Presiden Prabowo.

 

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan dukungan perseroan terhadap Program 3 Juta Rumah diwujudkan melalui berbagai skema pembiayaan yang dirancang untuk memperkuat seluruh rantai ekosistem perumahan.

 

“Sebagai bank yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan, BRI akan terus memperkuat penyaluran pembiayaan perumahan melalui berbagai skema yang menjangkau masyarakat maupun pelaku usaha,” ujar Hery.

 

Ia menjelaskan, selain menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kepada masyarakat berpenghasilan rendah, BRI juga menyediakan Kredit Program Perumahan (KPP) bagi pengembang serta Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan untuk mendukung pembangunan hunian yang layak dan berkualitas.

 

Menurut Hery, sektor perumahan memiliki peran strategis karena mampu mendorong pertumbuhan berbagai sektor ekonomi sekaligus menciptakan lapangan kerja.

 

“Sebagai bank yang berfokus pada pemberdayaan UMKM dan ekonomi kerakyatan, BRI memandang sektor perumahan sebagai salah satu penggerak utama aktivitas ekonomi nasional karena memiliki multiplier effect yang luas terhadap berbagai sektor usaha, mulai dari industri bahan bangunan, jasa konstruksi, transportasi, hingga penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu, BRI akan terus memperluas akses pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan guna mendukung terciptanya ekosistem perumahan yang sehat, memperkuat pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuh Hery.

 

Dalam pelaksanaan akad massal tersebut, sebanyak 6.059 debitur BRI menjadi bagian dari sekitar 62 ribu peserta secara nasional. Pada kesempatan yang sama, BRI juga menyalurkan Kredit Program Perumahan senilai Rp880 miliar kepada 7.100 debitur. Nilai tersebut terdiri atas pembiayaan sisi supply sebesar Rp308 miliar kepada 227 debitur dan pembiayaan sisi demand sebesar Rp572 miliar kepada 6.873 debitur.

 

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyebut realisasi penyaluran rumah subsidi melalui FLPP pada 2025 mencatatkan rekor tertinggi sejak program tersebut dimulai pada 2010.

 

“Selama 15 tahun, sejak 2010 hingga 2025, capaian tertinggi baru terjadi pada masa pemerintahan Bapak Presiden Prabowo. Sebelumnya, pada 2023 penyaluran mencapai 228.000 unit. Pada 2025, di tahun pertama pemerintahan Bapak Presiden, penyaluran rumah subsidi mencapai 278.000 unit, tertinggi sepanjang sejarah,” ujar Maruarar.

 

BRI mencatat, sejak Oktober 2025 hingga 28 Juli 2026, penyaluran Kredit Program Perumahan telah mencapai Rp12,17 triliun kepada 87.055 penerima. Adapun sepanjang Januari hingga 28 Juli 2026, realisasi penyaluran mencapai Rp10,94 triliun kepada 78.520 penerima atau sekitar 91,18 persen dari target penyaluran tahun 2026 sebesar Rp12 triliun.

 

Selain pembiayaan sektor perumahan, BRI juga terus memperkuat pemberdayaan usaha rakyat melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga Juni 2026, total penyaluran KUR BRI sejak 2015 telah mencapai Rp1.539 triliun kepada 45,4 juta penerima. Sementara selama semester I 2026, nilai penyaluran mencapai Rp103,81 triliun yang telah dimanfaatkan oleh 2.009.310 pelaku usaha.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *