20 Keluarga Mustahik di Kediri Dapat Pendampingan Rutin YBM BRILiaN, Ini Fokusnya

2 menit membaca View : 11
Redaksi
Bisnis - 15 Sep 2026

KEDIRI – Rumah Joglo di Desa Seketi, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, menjadi ruang pembelajaran bagi 20 keluarga mustahik. Melalui YBM BRILiaN, BRI Kediri secara rutin memberikan pendampingan yang menggabungkan penguatan spiritual dan kemampuan mengelola keuangan keluarga.

 

Kegiatan yang berlangsung satu kali setiap minggu itu diarahkan untuk membangun kemandirian secara bertahap. Peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga didorong untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan rumah tangga.

 

Dari sisi spiritual, pendampingan diarahkan pada pemahaman nilai-nilai keagamaan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Peserta diajak membangun sikap bersyukur, bertanggung jawab, serta memperkuat dukungan di antara anggota keluarga.

 

Sementara itu, aspek finansial menjadi bagian penting dalam program pemberdayaan tersebut. Keluarga peserta mendapatkan edukasi mengenai bagaimana menyusun perencanaan keuangan berdasarkan kemampuan dan kebutuhan rumah tangga.

 

Peserta diajak menata kembali cara menggunakan pendapatan. Salah satu materi yang ditekankan adalah kemampuan membedakan kebutuhan dengan keinginan agar pengeluaran tidak dilakukan secara berlebihan.

 

Kebiasaan menabung juga diperkenalkan sebagai bagian dari perencanaan keuangan. Di saat yang sama, peserta diberi pemahaman mengenai risiko perilaku konsumtif dan pentingnya mengelola utang secara sehat.

 

Branch Office Head BRI Kediri Adi Nugroho mengatakan, YBM BRILiaN berupaya menghadirkan pemberdayaan yang tidak hanya berorientasi pada bantuan jangka pendek.

 

“Melalui YBM BRILiaN, kami ingin pendampingan yang diberikan dapat menyentuh kebutuhan keluarga secara lebih menyeluruh. Tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, tetapi juga memperkuat nilai spiritual yang dapat menjadi fondasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” ujar Adi.

 

Pendampingan yang berlangsung secara rutin, lanjut Adi, diharapkan memberikan waktu bagi peserta untuk memahami materi sekaligus membentuk kebiasaan baru.

 

“Kami berharap 20 keluarga mustahik yang mengikuti kegiatan ini semakin kuat secara spiritual dan semakin bijak dalam mengelola keuangan. Dengan pendampingan yang dilakukan secara konsisten, harapannya mereka dapat membangun keluarga yang lebih tangguh, memiliki perencanaan yang baik, dan secara bertahap semakin berdaya serta mandiri,” tambah Adi.

 

Pemberdayaan melalui YBM BRILiaN tersebut diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi kehidupan keluarga peserta. Pengetahuan mengenai keuangan dapat menjadi bekal untuk mengambil keputusan yang lebih terukur, sementara penguatan spiritual menjadi pijakan dalam menjalani proses tersebut.

 

Bagi BRI Kediri, pendampingan berkelanjutan menjadi bagian dari upaya mendorong keluarga penerima manfaat agar tidak berhenti pada posisi sebagai penerima bantuan. Mereka diharapkan mampu tumbuh menjadi keluarga yang semakin tangguh dan mandiri.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *